Sate Taichan Cuma Dua Ribu?

 

                                                                       Sumber: Pribadi

Siapa sih yang gak kenal sama sate yang lagi viral ini? Yaps, sate berisi daging ayam yang dibakar tanpa baluran bumbu kacang atau kecap.

Selama masa pandemi, banyak orang membuka usaha kecil-kecilan demi tetap mendapat penghasilan tambahan. Salah satunya, angkringan. Biasanya, angkringan berisi ragam jenis sate. Sate usus, ati, juga taichan.

Nah, yang satu ini berbeda dari angkringan-angkringan lainnya. “Sate Taichan Mupeng” menjual ragam jenis sate hanya dengan Rp2000/tusuk. Ada sate usus, ati, dan taichannya yang super lezat. Makan sate taichan + lontong, dicocol sambel, minumnya es teh. Duh, sedapnya!

Lokasinya di Komplek Timah, Jl. Tugu Raya, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, tepatnya di depan Pegadaian. Buka setiap Senin-Sabtu, pukul 18.30 - 22.30 WIB. Angkringan ini berada di pinggir jalan. Jadi, kalian pasti gampang banget nemuinnya!

Karena adanya protokol kesehatan, disarankan untuk take away.

Buat kalian yang mau bawain buat adik, kakak, pacar, camer, atau siapapun, jangan khawatir! Kepoin aja tuh instagramnya @taichanmupeng untuk pemesanan online dan siapa tahu ada penawaran-penawaran menarik😏.

Warga Depok, Kelapa Dua, dan sekitarnya, yuk merapat! Cobain, jangan sampe nyesel!

This entry was posted in

Kenali Sebab Overthinking Beserta Dampaknya

 

Sumber: Pinterest

Sebagian orang pasti pernah atau mungkin bahkan selalu memikirkan hal-hal berlebihan atau yang belum tentu terjadi (overthinking). Contoh kecilnya, tanggapan orang lain mengenai diri kita. Seringkali kita terlalu memikirkan omongan orang lain, yang membuat kita akhirnya menjadi tidak percaya diri, merasa insecure, dan sebagainya.

Overthinking dapat diartikan sebagai keadaan di mana seseorang terlalu banyak berpikir akan sesuatu hal.

Dilansir dari www.alodokter.com, overthinking bisa dipicu oleh adanya kekhawatiran akan suatu hal, mulai dari masalah sepele dalam kehidupan sehari-hari, masalah besar, hingga trauma di masa lalu, yang membuat kita tidak bisa berhenti memikirkannya.

Apa dampak buruknya?

Kita jadi mengkhawatirkan masa depan, merenungkan masa lalu, menyalahkan diri sendiri, dan tidak bisa membuat keputusan. Takut melakukan tindakan yang salah, akhirnya kita tidak melakukan tindakan apapun. Tidak maju dan berkembang.

Dilansir dari golife.id, dampak dari overthinking adalah kita akan terus-menerus melakukan analisis akan hal yang kita pikirkan secara berulang kali, yang akhirnya tidak dibarengi dengan tindakan sebagai problem solving.

Hal ini erat kaitannya dengan permasalahan psikologis, seperti kecemasan hingga depresi. Semakin kita banyak memikirkan sesuatu hal secara berlebihan, akan semakin dekat dengan rasa cemas dan depresi.

Penyebab Overthinking

Penyebab overthinking bermacam-macam. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1.   Pola Pikir yang Terlalu Rumit

Biasanya, para overthinker udah kebawa ribet duluan. Belum ngerjain apa-apa, tapi malah banyak memikirkan. Akhirnya, mudah panik. Ini hanya membuang waktu kita. Sederhanakan pola pikir, terutama untuk hal-hal kecil.

2.     Melakukan Hal yang Itu-itu Saja

Aktivitas yang membuat kita bosan dan jenuh memicu timbulnya overthinking. Maka dari itu, segeralah beralih aktivitas yang seru dan menyenangkan, atau mencoba hal baru yang belum terpikirkan atau belum sempat kamu lakukan.

3.     Memendam Sendiri

Jangan takut untuk berbagi cerita kepada orang lain. Ceritakan kepada mereka yang kamu percaya bisa menjaga rahasiamu atau menjadi moodbooster-mu, misalnya kepada orang tua atau teman dekatmu. Mereka pasti akan mendengarkan dengan baik.

Bagaimana cara mengatasinya?

Menurut Tony Robbins, ada 7 cara berhenti overthinking.

1.     Atur Cerita Sendiri

Untuk mengatasi keyakinan yang membatasi kita, harus terlebih dahulu mengidentifikasinya. Kemudian, kita dapat menahan diri saat mulai menceritakan kisah negatif ini kepada diri sendiri dan menggantinya dengan yang positif, seperti "saya yang mengatur emosi saya" atau “hanya saya yang bisa mengendalikan diri saya”. Setelah kita mengubah cerita kita sendiri, itu akan mengubah hidup kita.

2.     Lepaskan Masa Lalu

Pemikir berlebihan sering kali berfokus pada masa lalu, menghabiskan energi untuk "bagaimana jika" dan "harus punya". Mereka yang mengerti bagaimana berhenti berpikir berlebihan tahu bahwa masa lalu hanyalah itu. Itu tidak bisa diubah. Satu-satunya hal yang dapat kita ubah adalah makna yang kita berikan padanya. Melepaskan masa lalu berarti kita tidak membiarkan kesalahan mengendalikan keputusan masa depan kita dan tidak membiarkan hal-hal buruk yang telah dilakukan terhadap kita mengendalikan emosi kita. Memaafkan orang lain dan lepaskan amarah kita. Ini adalah salah satu cara paling signifikan untuk mengubah cerita kita.

3.     Hidup di Masa Kini

Hidup saat ini adalah kunci untuk mempelajari cara berhenti berpikir berlebihan. Kita dapat mengendalikan pikiran kita dan menghentikan emosi negatif di jalurnya. Identifikasi pemikiran berlebihan sebelum menjadi tidak terkendali dan luangkan waktu sebentar untuk menyetel ulang. Bernapas dan fokus pada saat apa yang kita dengar dan lihat.

4.     Pegang Kendali Emosi

Hidup saat ini tidak berarti kita harus mengubur emosi negatif. Untuk menguasai emosi, kita perlu mengakuinya dan mengidentifikasi akar penyebabnya. Saat kita merasa cemas, gali lebih dalam. Sering kali saat menghadapi ketakutan kita yang lebih besar, seperti tidak merasa mengendalikan hidup kita atau tidak berkembang sesuai keinginan kita. Sadarilah, akar penyebab dari terlalu banyak berpikir dan kita dapat mulai membuat kemajuan untuk menghentikannya sebelum dimulai.

5.     Fokus Mencari Solusi

Seperti yang Tony katakan, "Identifikasi masalah, tetapi berikan kekuatan dan energi kita untuk solusinya." Kita telah mengidentifikasi alasan sebenarnya dari stres dan kecemasan kita, tetapi pekerjaan kita belum selesai. Satu-satunya cara untuk belajar bagaimana berhenti terlalu banyak berpikir tentang kebaikan adalah dengan mengatur hidup kita. Jika kita tidak berada di tempat yang kita inginkan dalam hidup, tetapkan tujuan untuk diri kita sendiri sehingga kita bisa mencapainya. Jika kita merasa hidup di luar kendali kita, buatlah keputusan hari ini untuk kembali ke belakang kemudian. Ini adalah langkah besar, dan harus berani. Ingat, tidak ada yang mengontrol realitas kita kecuali diri kita sendiri.

6.     Ketahui Perbedaan Antara Ketakutan dan Intuisi

Pemikir berlebihan mungkin mengalami kesulitan dalam membedakan antara rasa takut membuat kesalahan, yang menyebabkan terlalu banyak berpikir hingga tidak membuat keputusan, dan perasaan mendalam bahwa ada sesuatu yang salah. Mengetahui apakah ketakutan atau intuisi yang memandu perilaku kita akan membantu keluar dari pikiran kita dan mengambil langkah selanjutnya yang diperlukan. Tarik napas dalam-dalam dan benar-benar rasakan bagaimana rasanya membuat keputusan, lalu kita dapat menguraikan apakah ketakutan atau intuisi sedang bermain dan cara terbaik untuk bergerak maju.

 

Setelah kita menemukan cara berhenti berpikir berlebihan dan hidup pada saat ini, kita akan jauh lebih bahagia, lebih tenang, dan memiliki pengaruh positif pada orang-orang di sekitar kita. Ingatlah selalu bahwa hidup terjadi untuk kita. Bahkan, emosi negatif kita dapat membawa hasil yang positif jika Anda memperlakukannya sebagai hadiah yang telah diberikan untuk membantu kita tumbuh.

Ingat ya, tidak semua orang harus menyukai kita dan setuju dengan pendapat kita. Jadi, lakukan apa yang kita suka😊

 

Sumber: Robbins Research International, Inc. [US]

This entry was posted in